Nubuat Ibadah Haji dalam Alkitab
Secara syariat, mula haji dilakukan oleh Nabi Ibrahim as. pada sekitar
2000 tahun SM.Ketika itu, Ibrahim dan putranya, diperintahkan membangun
Ka’bah. Ritual ini terjadi pada bulan ke dua belas terdiri dari
pejalanan ke Mekkah, melakakukan beberapa ritual yang berpuncak pada
ritual korban dan mencukur rambut.
" Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di
tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan
sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang
thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan
sujud."
"Dan berserulah kepada manusia untuk
mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan
kaki, dan mengendarai unta yang kurus[984] yang datang dari segenap
penjuru yang jauh," ALHAJJ
26.-27
Hakikat haji , dalam TAURAT bahasa
IBRANIatau Pentatech Perjanjian Lama ALKITAB adalah HAGG yang berarti
FESTIVAL TAHUNAN, adalah perjalanan ruhani dan jasmani seorang hamba
menuju BAIT SUCI.
“Syalosy regalim to-HAG liy ha-syanah” = “Tiga kali setahun haruslah engkau mengadakan hagg (haji) bagiKu” (Keluaran 23: 14)
Kata Ibrani חג – HAG, (hari raya/ perayaan/ festival) paralel dengan kata Arab “Hajj (الحجّ)”, haji.
Dalam
terjemahan kamus HAGG adalah: perjalanan jauh seseorang ke sebuah
tempat istimewa dimana untuk menunjukkan rasa hormat (kepada Sang
Pencipta).
HAgg atau Pilgrimage yakni a journey to a
place which is considered special, and which you visit to show your
respect. (Cambridge dictionary)
Ia bermakna keharusan
bagi setiap manusia yang ingin kembali kepada Tuhan dalam keadaan suci
hingga berakhir dengan perjumpaan dengan Tuhan. MENGAPA dalam ISLAM
harus berhaji?
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Islam
didirikan atas lima hal; Penyaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah
dan Muhammad sebagai utusan Allah, melaksanakan shalat, membayar zakat,
haji ke Baitullah dan puasa Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu
Umar).
Surat dalam Alquran: “Mengerjakan haji adalah
kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup
mengadakan perjalanan ke Baitullah” (QS Ali ‘Imran: 97).
Salah
satu makna terbesar yang terkandung dalam pelaksanaan ibadah haji
adalah tentang persatuan dan kesatuan umat.Ajaran ini tercermin sejak
orang yang melaksanakan ibadah haji memasuki miqat.
Di sini mereka harus
berganti pakaian karena pakaian melambangkan pola, status dan
perbedaan-perbedaan tertentu.
Pakaian menciptakan “batas” palsu yang
tidak jarang menyebabkan “perpecahan” di antara manusia. Selanjutnya
dari perpecahan itu timbul konsep “aku”, bukan “kami atau kita”,
sehingga yang menonjol adalah kelompokku, kedudukanku, golonganku,
sukuku, bangsaku dan sebagainya yang mengakibatkan munculnya sikap
individualisme. Mulai dari miqat mereka mengenakan pakaian yang sama
yaitu kain kafan pembungkus mayat yang terdiri dari dua helai kain putih
yang sederhana.
Semua memakai pakaian seperti ini. Tidak ada bedanya
antara yang kaya dan yang miskin, yang terhormat dan orang kebanyakan,
yang berasal dari Barat dan yang berasal dari Timur, mereka memakai
pakaian yang sama, berangkat dan akan bertemu pada waktu dan tempat yang
sama. Dengan aktivitas yang sama dan menggunakan kalimat yang sama.
“Aku
penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi
panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, akau penuhi panggilan-Mu.
Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kekuatan hanyalah milik-Mu. Tiada
sekutu bagi-Mu.“
Manusia yang tadinya terpecah-pecah
dalam berbagai ras, bangsa, kelompok, suku dan keluarga dengan ibadah
haji dihimpun oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan berbagai faktor
kesamaan agar mereka menjadi satu. Memuji kebesaran Allah dengan
konsentrasi yang sama, dimana di tempat asalnya mereka disibukkan dengan
masalah masing2, di sana kita seolah me re-charge hati, keyakinan dan
kepasrahan terhadap Allah.
![]() |
| Tabut Daud |
Pada masa Nabi Daud, tempat
ziarah / kiblat shalat dipindahkan seperti kita ketahui dalam 1 TAWARIKH
15, dengan membawa tabut ke Yerusalem.
"dan
berkata kepada mereka: “Hai kamu ini, para kepala puak dari orang Lewi,
kuduskanlah dirimu, kamu ini dan saudara-saudara sepuakmu, supaya kamu
mengangkut tabut TUHAN, Allah Israel, ke tempat yang telah kusiapkan
untuk itu."
1 TAWARIKH
15,:2
Dalam khotbah di bukit Yesus AS meramalkan
akan berpindahnya tempat ZIARAH HAJI dan arah DOA, atau dalam bahasa
arab bermakna Shalat, dari Yerusalem ke sebuah tempat lain :
Kata
Yesus AS kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan
tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga
di Yerusalem.”
“Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi."
“Tetapi
saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah
benar akan menyembah Bapa dalam roh(Rohani) dan
kebenaran(Realita;Jasmani); sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah
demikian.” (Yohanes 4:21-23)
Tempat ziarah menjadi
subyek kontoversi di masa Yesus AS. Kaum Yahudi meng-klaim tempat itu
adalah Yerusalem sedangkan kaum Samaritan meng-klaim gunung yakub
sebagai tempat ziarah.
Pertama, Yesus menyebutkan bahwa
akan datang suatu masa tempat ziarah bukan lagi Yerusalem atau gunung
kaum Samaritan. Kedua, beliau menyebutkan bahwa ziarah akan dilakukan di
suatu tempat yang akan dituju oleh orang yang benar-benar akan
menyembah Tuhan.
Begitu juga dalam perjanjian lama:
“Tetapi
tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, dari segala sukumu sebagai
kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya di sana, tempat itulah harus kamu
cari dan ke sanalah harus kamu pergi.” (Ulangan 12:5)
“maka
ke tempat yang dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di
sana, haruslah kamu bawa semuanya yang kuperintahkan kepadamu, yakni
korban bakaran dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan
persembahan khususmu dan segala korban nazarmu yang terpilih, yang kamu
nazarkan kepada TUHAN.” (Ulangan 12:11)
“Tetapi di
tempat yang akan dipilih TUHAN di daerah salah satu sukumu, di sanalah
harus kaupersembahkan korban bakaranmu, dan di sanalah harus kaulakukan
segala yang kuperintahkan kepadamu.” (Ulangan 12:14)
“Apabila
tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk menegakkan nama-Nya di
sana, terlalu jauh dari tempatmu, maka engkau boleh menyembelih dari
lembu sapimu dan kambing dombamu yang diberikan TUHAN kepadamu, seperti
yang kuperintahkan kepadamu, dan memakan dagingnya di tempatmu sesuka
hatimu.” (Ulangan 12:21)
Ayat di atas, mirip dengan
praktik ritual haji dan penyembelihan HEWAN KURBAN dalam Festival
TAHUNAN Iidul Adha atau Lebaran Haji, atau HAGG, dalam ajaran Islam,
dimana para jemaah haji di Mekkah akan menyembelih kurban di sana
setelah selesai ritual haji, maka bagi yang tidak pergi ziarah, dapat
menyembelih hewan kurban dimana saja mereka berada.
Dalam
Injil dapat juga kita temui petunjuk yang menyebutkan cara ritual haji
seperti yang dilakukan umat muslim di mekkah, yaitu berwudhu atau
bersuci lalu berjalan mengelilingi Ka’bah/rumah (mezbah) Allah:
“Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah, lalu berjalan MENGELILINGI Mezbah-Mu, ya TUHAN (Mazmur 26:6)
dalam
BBE lebih jelas = “I will make my hands clean from sin; so will I go
round your altar, O Lord;” (clean from sin = bersuci, go round =
mengelilingi)
Rumah Tuhan yang pertama dicatat dalam Alquran sebagai di Bakkah, nama kuno bagi Mekkah:
“Sesungguhnya
rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah
Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk
bagi semua manusia” (QS 3-96)
Hal ini telah diketahui dalam Mazmur 84:5-7:
“Berbahagialah segala orang yang boleh duduk dalam rumah-Mu serta memuji akan Dikau senantiasa.” (Mazmur 84:5)
“Berbahagialah orang yang kuatnya adalah dalam Engkau, dan hatinya adalah pada jalan raya (ziarah) ke kaabah-Mu”. (Mazmur 84:6)
NIV©
(New International Version) Blessed are those whose strength is in you,
who have set their hearts on pilgrimage. (dalam versi ini, ayat ini
terdapat di ayat 5)
“Apabila mereka itu melalui lembah
Baka mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air, bahkan hujan
pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.” (Mazmur 84:7)
(catatan:
terjamahan di atas diterjemahkan dari Injil versi ‘New International
Version’ karena berbeda dalam terjemahan bahasa Indonesia dan versi
alkitab lainnya selain NIV)
Ringkasnya ziarah dalam
Islam pada dasarnya sama dengan ziarah dalam al-kitab. Keduanya
merefleksikan waktu, tujuan, praktik dan tempat tempat ziarah yang sama.
Sejak
masa awal monotheistic ibrahimik sudah menjadi salah satu syariat yg
ada bahkan sebelum islam itu dibawa nabi muhammad saw. (
http://en.wikipedia.org/wiki/Mizrach ) , kiblat orang yahudi itu disebut
mizrakh/mizrath, secara jelas digambarkan dalam kitab daniel 6:10 dalam
bible. Mereka berkiblat ke Temple of Solomon (Beth HaKadosh/Baitul
Maqdis/Bait Suci/), sampai sekarang.
" Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang
adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan
agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan
Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan
agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa
yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat
berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah;
dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
Al Baqarah 143.
"Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi
dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat
(keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun tidak
akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian merekapun tidak akan
mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu
mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya
kamu -kalau begitu- termasuk golongan orang-orang yang zalim." Al Baqarah
145.
Orang
yahudi, gak ikut kiblat org Islam, mereka sholat menghadap Baitul Quds,
Orang Nasrani gak punya kiblat melainkan kiblat tubuhnya sendiri jadi
BAIT.Adapun okaum MUSLIMIN sholat menghadap Masjidil Haram. Maha Benar
Allah dg segala firman-Nya.
“Percayalah kepada-Ku, hai
perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah TUHAN bukan di
gunung ini dan bukan juga di Yerusalem”
Beberapa orang
Katolik mengartikan ini pusat kekristenan di Vatican. Padahal semua tahu
orang katolik ataupun protestan tidak mengenal konsep “arah sembayang”
(kiblat).
Mungkin akan menimbulkan argumentasi apologetik yg panjang,
tapi kalau secara sederhana kita berfikir, Islam adalah keyakinan
terakhir
dalam mata rantai agama semitik, maka akan tepat perintah perubahan
kiblat dg keterangan yg diberikan Nabiullah Yesus itu. Dalam kristen ada
yg disebut “ziarah ke tanah suci”, mungkin mereka mengganti haji dg
ini.
dalam tradisi judaistic ada yg disebut “shalosh
regalim”, secara textual artinya “tiga hijrah”, salosh = tiga, regalim,
bentukan dari kata dasar “le’reghal” yg artinya “hijrah”, jadi plural dg
suffix -im.
http://en.wikipedia.org/wiki/Shalosh_regalim
http://www.jewishencyclopedia.com/view.jsp?artid=125&letter=F&search=regalim#329
The
Three Pilgrimage Festivals, known as the Shlosha Regalim (שלושה רגלים),
are three major festivals in Judaism — Pesach (Passover),Shavuot
(Weeks), and Sukkot (Tabernacles) — when the Israelites living
in
ancient Israel and Judea would make a pilgrimage to Jerusalem, as
commanded by the Torah. In Jerusalem, they would participate in
festivities and ritual worship in conjunction with the services of the
kohanim
(“priests”) at the Temple in Jerusalem. dasarnya Exodus 23:14-17,
Exodus 34:18-23, Deuteronomy 16. Sama seperti orang naik haji, mereka
datang ke jerusalem dan memberikan korbanot (qurban).
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan
hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya,
melainkan untuk menggenapinya.”
Matius
5:17
“Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur`an) kepadamu dengan
sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan
menurunkan Taurat dan Injil.” QS Ali
Imran:3 :
"Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada
Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu
memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi
orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang
yang ruku’ dan sujud."
"Dan berserulah kepada manusia
untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan
berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari
segenap penjuru yang jauh"
Hakikat haji , dalam TAURAT
bahasa IBRANIatau Pentatech Perjanjian Lama ALKITAB adalah HAGG yang
berarti FESTIVAL TAHUNAN, adalah perjalanan ruhani dan jasmani seorang
hamba menuju BAIT SUCI.
“Syalosy regalim to-HAG liy ha-syanah” = “Tiga kali setahun haruslah engkau mengadakan hagg (haji) bagiKu” (Keluaran 23: 14)
Kata Ibrani חג – HAG, (hari raya/ perayaan/ festival) paralel dengan kata Arab “Hajj (الحجّ)”, haji.
Dalam
terjemahan kamus HAGG adalah: perjalanan jauh seseorang ke sebuah
tempat istimewa dimana untuk menunjukkan rasa hormat (kepada Sang
Pencipta).
HAgg atau Pilgrimage yakni a journey to a
place which is considered special, and which you visit to show your
respect. (Cambridge dictionary)
Ia bermakna keharusan
bagi setiap manusia yang ingin kembali kepada Tuhan dalam keadaan suci
hingga berakhir dengan perjumpaan dengan Tuhan. MENGAPA dalam ISLAM
harus berhaji?
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Islam
didirikan atas lima hal; Penyaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah
dan Muhammad sebagai utusan Allah, melaksanakan shalat, membayar zakat,
haji ke Baitullah dan puasa Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu
Umar).
Surat dalam Alquran: “Mengerjakan haji adalah
kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup
mengadakan perjalanan ke Baitullah” (QS Ali ‘Imran: 97).
Salah
satu makna terbesar yang terkandung dalam pelaksanaan ibadah haji
adalah tentang persatuan dan kesatuan umat.Ajaran ini tercermin sejak
orang yang melaksanakan ibadah haji memasuki miqat. Di sini mereka harus
berganti pakaian karena pakaian melambangkan pola, status dan
perbedaan-perbedaan tertentu.
Pakaian menciptakan “batas” palsu yang
tidak jarang menyebabkan “perpecahan” di antara manusia. Selanjutnya
dari perpecahan itu timbul konsep “aku”, bukan “kami atau kita”,
sehingga yang menonjol adalah kelompokku, kedudukanku, golonganku,
sukuku, bangsaku dan sebagainya yang mengakibatkan munculnya sikap
individualisme.
Mulai dari miqat mereka mengenakan pakaian yang sama
yaitu kain kafan pembungkus mayat yang terdiri dari dua helai kain putih
yang sederhana.
Semua memakai pakaian seperti ini. Tidak ada bedanya
antara yang kaya dan yang miskin, yang terhormat dan orang kebanyakan,
yang berasal dari Barat dan yang berasal dari Timur, mereka memakai
pakaian yang sama, berangkat dan akan bertemu pada waktu dan tempat yang
sama. Dengan aktivitas yang sama dan menggunakan kalimat yang sama.
Yehezkiel telah menyiratkan ritual haji pada jamanya
Pada tanggal 10 bulan... dzulhijah...
Dalam tahun kedua puluh lima sesudah pembuangan kami, yaitu pada permulaan tahun, pada tanggal sepuluh bulan itu,
dalam tahun keempat belas sesudah kota itu ditaklukkan, pada hari itu
juga kekuasaan TUHAN meliputi aku dan dibawa-Nya aku. Yehezkiel 40:1
"Maka dalam khayal dari pada Allah dibawanya akan daku ke tanah Israel,
ditaruhnya aku di atas sebuah gunung yang amat tinggi, dan di atasnya
adalah seperti bangunan negeri pada sebelah selatannya." Yehezkiel 40:2
ayat tersebut adalah dari alkitab terjemahan lama, sementara pada alkitab terjemahan baru berbunyi 'dalam penglihatan-penglihatan ilahi ke tanah Israel dan menempatkan aku
di atas sebuah gunung yang tinggi sekali. Di atas itu di hadapanku ada
yang menyerupai bentuk kota"
Kata 'selatanya' di hilangkan...! satu lagi terlihat perubahan ayat dalam alkitab pada hal dalam satu sumber yang sama. (sumber sabda.org )
Ini bisa disimpulkan bahwa kota itu adalah tanah arab atau lebih
spesifiknya mekkah karena emang Mekkah berada di selatan israel
sementara vatican berada di sebelah utara israel.
"Sesudah ia selesai dengan mengukur seluruh bangunan dalam itu, ia
mengiring aku menuju pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur, lalu
mengukur sekeliling lingkungan Bait Suci itu. " Yehezkiel 42:15
"Ia mengukur sisi timur dengan tongkat pengukur: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur. Lalu ia berputar" Yehezkiel 42:16
"dan mengukur sisi utara: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur. Ia berputar lagi" Yehezkiel 42:17
"ke sisi selatan dan mengukurnya: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur." Yehezkiel 42:18
"Kemudian ia berputar ke sisi barat dan mengukurnya: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur." Yehezkiel 42:19
"KEEMPAT SISINYA diukur, sekeliling
lingkungan itu ada tembok: panjangnya lima ratus hasta dan lebarnya
lima ratus hasta, untuk memisahkan yang kudus dari yang tidak kudus." Yehezkiel 42:20
>>>Berarti
bentuk bangunan itu persegi dan memiliki ukuran yang hampir sama dengan
ka'bah. Saat diajaknya keliling berarti telah thawaf,
Bait suci yang manakah itu... Mata air ...
"Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan
sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan
mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan
air itu mengalir daribawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu,
sebelah selatan mezbah." Yehezkiel 47:1
" Lalu diiringnya aku ke luar melalui
pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu
gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari
sebelah selatan." Yehezkiel 47:2
"Sedang orang itu pergi ke arah timur dan
memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan
menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan
kaki." Yehezkiel 47:3
"Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk
sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia
mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke
dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang." Yehezkiel 47:14
"Sekali
lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi
sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah
meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat
diseberangi lagi". Yehezkiel 47:5
Menggunakan baju Ihram
"Maka kalau mereka hendak masuk dari pintu-pintu gerbang pelataran dalam,
mereka harus mengenakan pakaian lenan; mereka tidak boleh memakai
pakaian bulu domba waktu mereka bertugas di pintu-pintu gerbang
pelataran dalam atau waktu menyelenggarakan kebaktian dalam Bait Suci." Yehezkiel 44:17
"Mereka harus memakai destar lenan dan memakai celana lenan, tetapi jangan memakai ikat pinggang yang menimbulkan keringat" Yehezkiel 44:17
Ini namanya Tahalul
"Rambut mereka dicukur dan jangan dibiarkan tumbuh panjang, melainkan harus dipotong pendek. Yehezkiel 44:17
Hari raya qurban
"Tetapi mengenai imam-imam orang Lewi dari bani Zadok yang menjalankan
tugas-tugas di tempat kudus-Ku waktu orang Israel sesat dari pada-Ku,
merekalah yang akan mendekat kepada-Ku untuk menyelenggarakan kebaktian
dan bertugas di hadapan-Ku untuk mempersembahkan kepada-Ku lemak dan
darah, demikianlah firman Tuhan ALLAH." Yehezkiel 44:15
Ini yang dilakukan di dalam ka'bah
"Merekalah yang akan
masuk ke dalam tempat kudus-Ku dan yang akan mendekati meja-Ku untuk
menyelenggarakan kebaktian dan mereka akan menjalankan tugasnya terhadap
Aku." Yehezkiel 44:16
Di sadur dari Martin Wong




Post a Comment for "Nubuat Ibadah Haji dalam Alkitab"
Post a Comment